• header
  • header

Selamat Datang di Website MADRASAH TSANAWIYAH AN-NUR | Terima Kasih Kunjungannya.

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


MADRASAH TSANAWIYAH AN-NUR

NPSN : 20518073

Jl.Raya Diponegoro Bululawang Malang 65171


e-mail: mts.annur.bll@gmail.com

TLP : (0341) 833244


          

Banner

Jajak Pendapat

Apakah tanggapan anda terhadap Website MTs AN NUR Bululawang?
Sangat Inovatif
Inovatif
Cukup Inovatif
Tidak Tahu
  Lihat

Statistik


Total Hits : 46722
Pengunjung : 18061
Hari ini : 107
Hits hari ini : 124
Member Online : 2
IP : 54.234.228.185
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • HERU YULIANTO (Admin)
    2016-10-08 23:36:40

    Be Good Teacher or Never
  • Sahra\'i, S.Pd (Admin)
    2016-10-08 23:32:37

    Membahagiakan orang lain dengan kelebihan kita membuat orang lain tersebut tak mempermasalahkan kelemahan kita

Hari Guru Nasional : Guru Kritik Kebijakan Pendidikan Nasional




Kamis, 24 November 2011 | 13:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo mengatakan, berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air memiliki korelasi langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan pendidikan nasional. Menurutnya, sistem pendidikan nasional saat ini belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencerdasan bangsa. Padahal, katanya, hal ini akan membawa implikasi terhadap kemakmuran dan martabat mulia bangsa.

Desain pendidikan nasional, menurut Sulistyo, meneruskan kerangka politik etis pemerintah kolonial Belanda. Hal itu tercermin pada pendidikan yang masih diskriminatif, menghasilkan tenaga kerja murah, dan menciptakan lulusan yang berorientasi menjadi pegawai negara.

Kebijakan yang tidak jelas antara pusat dan daerah membuat pendidikan kita juga menjadi tidak jelas, apakah pendidikan nasional, atau pendidikan daerah, kata Sulistyo saat syukuran memperingati Hari Guru Nasional dan hari jadi PGRI ke-66, di gedung PGRI, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

'Kebijakan yang tidak jelas antara pusat dan daerah membuat pendidikan kita juga menjadi tidak jelas, apakah pendidikan nasional, atau pendidikan daerah'

Menurutnya, pendidikan nasional belum disusun sebagai sebuah upaya membangun mindset dan mentalitas bangsa merdeka yang bertanggungjawab terhadap diri serta lingkungannya. Ketiadaan visi dan program pendidikan yang tidak diagendakan dalam strategi pembangunan ekonomi dan kebudayaan bangsa, dinilainya sebagai salah satu pemicu utama yang membuat operasi pendidikan nasional berlangsung seperti tanpa arah................

Sumber: Kompas.Com
Berita Lengkap: http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/24/1354248/Guru.Kritik.Kebijakan.Pendidikan.Nasional



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas